<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Digital Sense</title>
	<atom:link href="http://www.digital-sense.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.digital-sense.net</link>
	<description>Software House of : SIMPUS, SIG, Sistem Rumah Sakit,payroll,ERP open Source, HRD system ,e-Gov, POS, SIM Koperasi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Sep 2012 07:43:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>chat</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/chat</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/chat#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Sep 2012 07:43:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=999</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/chat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIM Gapoktan (Sistem Informasi Manajemen Gabungan Kelompok Tani)</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/sim-gapoktan-sistem-informasi-manajemen-gabungan-kelompok-tani</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/sim-gapoktan-sistem-informasi-manajemen-gabungan-kelompok-tani#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 06:24:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hartono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[gapoktan]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[LKM-A]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[PNPM Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[PUAP]]></category>
		<category><![CDATA[Software Pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=917</guid>
		<description><![CDATA[Penyaluran bantuan hibah pemerintah di lingkup pertanian salah satunya adalah BLM-PUAP yang diberikan kepada kelompok-kelompok...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyaluran bantuan hibah pemerintah di lingkup pertanian salah satunya adalah BLM-PUAP yang diberikan kepada kelompok-kelompok tani di seluruh Indonesia. Secara umum penggunaan bantuan ini adalah untuk unit usaha lembaga keuangan mikro (LKM-A).</p>
<p>Secara berkala (bulanan), gapoktan penerima bantuan hibah ini wajib memberikan laporan keuangannya. Disinilah yang sering kali memunculkan permasalahan. Kesalahan umumnya adalah kelemahan SDM Gapoktan terkait cara-cara pelaporan dan pengelolaan keuangan.</p>
<p>Untuk itu, kami bekerja sama dengan beberapa Gapoktan, dan juga PPNSI membangun sebuah aplikasi komputer (Software) yang digunakan untuk keperluan pencatatan data operasional LKM-A dan berbagai pelaporan yang dibutuhkan. Dengan software ini, gapoktan sudah tidak dipusingkan lagi dengan bagaimana menyusun/menghitung, tetapi cukup dengan memasukkan data aktifitas keuangannya.</p>
<p>Bagi yang ingin mencoba software ini, disediakan versi trial/ujicoba<span style="color: #000000;"><span style="font-family: Georgia,&amp;amp;quot;"> disini</span></span></p>
<p>Selamat mencoba !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/sim-gapoktan-sistem-informasi-manajemen-gabungan-kelompok-tani/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIMPEPEDA (Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah)</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/sistem-informasi-pembangunan-daerah-simpepeda</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/sistem-informasi-pembangunan-daerah-simpepeda#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 03:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[APBD]]></category>
		<category><![CDATA[bapeda]]></category>
		<category><![CDATA[budgeting]]></category>
		<category><![CDATA[Musrenbang]]></category>
		<category><![CDATA[PAK]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Permendagri 54/2010]]></category>
		<category><![CDATA[RAPBD]]></category>
		<category><![CDATA[RPAK]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMPEPEDA) dirancang untuk menangani proses perencanaan pembangunan daerah agar berjalan efektif dan efisien. Proses yang ditangani mulai dari pengusulan pembangunan di musrenbang tingkat desa, kecamatan,  kabupaten sampai usulan tersebut direalisasikan dalam APBD dan dievaluasi dalam PAK.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/simpepeda_login.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-824" title="Halaman Muka Simpepeda" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/simpepeda_login.gif" alt="" width="348" height="332" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMPEPEDA) ini dirancang untuk menangani proses perencanaan pembangunan daerah agar berjalan efektif dan efisien. Proses yang ditangani mulai dari pengusulan pembangunan di musrenbang tingkat desa, kecamatan,  kabupaten sampai usulan tersebut direalisasikan dalam APBD dan dievaluasi dalam PAK. Sistem ini sangat diperlukan mengingat banyaknya data usulan dan alur proses yang cukup panjang. Dengan mempertimbangkan pola perencanaan bottom up dan  top down, sistem yang dibangun harus mampu menghasilkan data yang akurat. Sistem harus bisa mengimplementasikan  asas sekali input untuk data yang sama. Secara garis besar Informasi yang dihasilkan oleh SIMPEPEDA diantaranya:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Daftar rinci permasalahan dan 	informasi kegiatan pembangunan setiap tahapan.</li>
<li>Rekap informasi kegiatan 	pembangunan berdasarkan kelompok dan kriteria yang ditentukan.</li>
<li style="text-align: justify;">Setelah menjadi kegiatan 	pembangunan APBD, bisa dilakukan monitoring terhadap realisasi fisik 	dan keuangan. Mampu menampilkan informasi perubahan anggaran dalam 	PAK.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-56"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		H2 { margin-bottom: 0.04in; border-top: none; border-bottom: 1.00pt solid #808080; border-left: none; border-right: none; padding-top: 0in; padding-bottom: 0.01in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; color: #808080 } 		H2.western { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 12pt } 		H2.cjk { font-family: "DejaVu Sans"; font-size: 12pt } 		H2.ctl { font-family: "Arial", sans-serif; font-size: 12pt; font-style: italic } 		H3 { margin-bottom: 0.04in; color: #0099ff; text-align: left } 		H3.western { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 12pt } 		H3.cjk { font-family: "DejaVu Sans"; font-size: 12pt } 		H3.ctl { font-family: "Arial", sans-serif; font-size: 13pt } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Proses Perencanaan Pembangunan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengembangkan SIMPEPEDA perlu dipahami terlebih dahulu proses perencanaan pembangunan pemerintah daerah Kabupaten/Kots secara global atau menyeluruh (komperhensif ). Proses proses yang ada sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Musrenbang Desa</li>
<li>Musrenbang 	Kecamatan</li>
<li>Musrenbang 	Kabupaten/Kota</li>
<li>RKPD</li>
<li>RAPBD</li>
<li>APBD</li>
<li>RPAK</li>
<li>PAK</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Masing-masing proses tersebut diatas berjalan serial artinya berurutan dari satu proses ke proses yang lainya saling berkaitan. Dalam mendesain system perlu diperhatikan keterkaitan proses dengan informasi yang lain seperti data SKPD dan matrik program.</p>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;">Musrenbang Kecamatan</span></h4>
<p style="text-align: justify;">Merupakan proses awal pemasukan usulan kegiatan yang dilakukan ditingkat kecamatan. Hasil musrenbang kecamatan akan dimasukan ke sistem. Informasi yang akan dimasukan adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Kecamatan yang 	mengusulkan kegiatan</li>
<li>Nomor kegiatan</li>
<li>Nama usulan 	kegiatan</li>
<li>Sebaran desa</li>
<li>Tahun Kegiatan</li>
<li>Anggaran</li>
<li>Volume</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Setelah tahap ini sistem harus mampu mengeluarkan output secara rinci maupun rekap  dari usulan yang masuk dari masyarakat.</p>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;">Musrenbang Kabupaten/Kota</span></h4>
<p style="text-align: justify;">Hal-hal penting terkait Musrenbang Kabupaten adalah:</p>
<ul>
<li>Daftar kegiatan Musrenbang 	Kecamatan akan dijadikan bahan pembahasan Musrenbang Kabupaten 	secara off line (musyawarah/rapat).</li>
<li>Apabila usulan kegiatan diterima 	sebagai kegiatan yang perlu dilaksanakan maka sistem harus 	menyediakan fasilitas untuk menandai / update (status) terhadap 	usulan tersebut untuk dilanjutkan atau tidak.</li>
<li>Pengelompokan terhadap SKPD yang 	menangani usulan kegiatan juga dilakukan pada proses ini.</li>
<li>Penambahan kegiatan SKPD yang 	tidak berasal dari Musrenbang Kecamatan juga bisa dilakukan pada 	proses ini.</li>
<li style="text-align: justify;">Setelah proses Musrenbang 	Kabupaten/Kota maka sistem memberikan output  musrenbang secara rekap 	maupun rinci berdasarkan kecamatan atau SKPD.</li>
</ul>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;">RKPD</span></h4>
<p style="text-align: justify;">Proses pembuatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dilakukan dengan menggunakan hasil /output dari sistem yang bersatus Musrenbang Kabupaten. Status RKPD tidak perlu dimasukan ke sistem.</p>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;">RAPBD</span></h4>
<ul>
<li>Kegiatan Hasil Musrenbang 	Kabupaten akan dijadikan bahan RKPD.</li>
<li>Apabila usulan kegiatan yang ada 	dirasa perlu untuk dilaksanakan  telah disediakan  fasilitas untuk 	menandai / update (status) menjadi RAPBD.</li>
<li>Kegiatan yang berstatus RAPBD dari 	usulan yang ada menandakan kegiatan yang dimaksud siap untuk 	dilanjutkan ke tahap selanjutnya.</li>
<li>Pengelompokan SKPD yang menangani 	usulan kegiatan juga dilakukan pada proses ini.</li>
<li>Penambahan kegiatan dengan 	pengelompokan berdasarkan program yang tidak berdasarkan hasil 	Musrenbang Kabupaten juga bisa dilakukan pada proses ini.</li>
<li>Setelah proses RAPBD maka sistem 	mampu menghasilkan output RAPBD secara rinci maupun rekap.</li>
</ul>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;">APBD</span></h4>
<ul>
<li>Output RAPBD akan dijadikan bahan 	pembahasan secara off line (rapat/musyawarah).  Kegiatan yang 	berstatus APBD dari daftar usulan kegiatan yang ada merupakan 	kegiatan pembangunan pada tahun anggaran yang dimaksud.</li>
<li>Perubahan  program yang menangani 	usulan kegiatan dilakukan pada proses ini.</li>
<li>Pengelompokan terhadap sumber 	anggaran (APBD Kab, APBD Prop, APBN atau Hibah) yang menangani 	usulan kegiatan juga dilakukan pada proses ini.</li>
<li>Penambahan kegiatan dengan 	pengelompokan berdasarkan program yang tidak berdasarkan hasil RAPBD 	juga bisa dilakukan pada proses ini jika status kegiatan diupdate 	menjadi status lanjutan.</li>
<li>Setelah proses penyusunan APBD 	maka sistem mampu menghasilkan output APBD secara rinci maupun 	rekap.</li>
</ul>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;">RPAK</span></h4>
<ul>
<li>Usulan kegiatan yang tidak 	dilaksanakan pada APBD dapat dilihat pada daftar kegiatan yang 	berstatus RAPBD. Informasi ini dapat ditinjau kembali untuk 	dimasukan pada kegiatan pembangunan PAK.</li>
<li>Setelah dilakukan pengkajian, 	rapat-rapat dan musyawarah secara off line daftar kegiatan dapat 	dirubah statusnya menjadi RPAK (merupakan draft PAK) sebelum 	diusulkan ke DPRD  untuk proses PAK .</li>
<li>Setelah proses ini sistem akan 	menghasilkan output draft RPAK baik secara rinci maupun rekap.</li>
</ul>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;">PAK</span></h4>
<ul>
<li>Print out RPAK / draft PAK akan 	dijadikan bahan pemabahasan di DPRD.</li>
<li>Hasil musyawarah PAK DPRD akan 	dimasukan kembali ke sistem dengan cara merubah status RPAK menjadi 	PAK.</li>
<li>Setelah proses ini sistem akan 	menghasilkan output kegiatan pembangunan PAK baik secara rinci 	maupun rekap.</li>
</ul>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Permasalahan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Siklus kegiatan pembangunan mulai dari usulan sampai realisasinya memiliki  siklus yang cukup panjang. Item-item usulan kegiatan juga sangat banyak. Untuk itu diperlukan suatu alat berupa sistem informasi agar permasalahan-permasalahan tersebut dapat teratasi dengan baik dan cepat.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Manfaat Menggunakan SIMPEPEDA</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Dengan Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMPEPEDA) akan didapat manfaat / output diantaranya:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Mengetahui kegiatan yang berstatus 	musrenbang kecamatan dengan cara Membuat laporan hard copy dari 	daftar kegiatan yang memiliki status musrenbang kecamatan.</li>
<li>Mengetahui daftar kegiatan yang 	berstatus musrenbang kabupaten  yang dapat difilter menurut 	kecamatan dengan cara mencetak hasil laporan daftar kegiatan.</li>
<li>Mengetahui rekapitulasi usulan 	kegiatan per kecamatan maupun seluruh kecamatan</li>
<li>Mengetahui sebaran desa atau 	kecamatan dari suatu usulan kegiatan.</li>
<li>Mengetahui rekapitulasi usulan 	kegiatan per satker</li>
<li>Mengetahui rekapitulasi kegiatan 	pembangunan APBD per kecamatan maupun seluruh kecamatan</li>
<li>Mengetahui sebaran desa atau 	kecamatan dari suatu kegiatan pembangunan APBD.</li>
<li>Mengetahui rekapitulasi kegiatan 	pembangunan APBD per satker</li>
<li>Mengetahui rekapitulasi kegiatan 	pembangunan APBD per agenda, kebijakan dan program dari matrik 	program RPJMD(Rencan Pembangunan Jangka Menengah Daerah).</li>
<li>Mengetahui deviasi realisasi 	terhadap rencana  dalam suatu kegiatan baik secara fisik (%) maupun 	keuangan.</li>
<li>Cetak buku saku pembangun per 	tahun anggaran.Buku sangat tepat untuk dibawa kemanapun top 	eksekutif daerah berkunjung ke kecamatan-kecamatan /desa-desa.</li>
</ul>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Spesifikasi SIMPEPEDA</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Spesifikasi Teknis Sistem:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Platform                : Open Source berbasis web</li>
<li>Database              : Mysql versi 5</li>
<li>Pemrograman     : PHP versi 5 &amp; AJAX</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">SIMPEPEDA merupakan gabungan dari SIM Musrenbang, SIMPEDA, dan SIEVAP yang terintegrasi. Berikut gambaran mengenai fasilitas tiap sistem.</p>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>SIM Musrenbang:</strong></span></h4>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_446" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><strong><strong><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/sinmusrenbang.gif"><img class="size-medium wp-image-446" title="SIM Musrenbang" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/sinmusrenbang-300x95.gif" alt="SIM Musyawarah Rencana Pembangunan" width="300" height="95" /></a></strong></strong></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Menu Utama SIM Musrenbang</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong><!--[if !mso]> <mce:style><!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]--><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;amp;amp;" lang="IN"> </span></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Input data SKPD dan Kecamatan</li>
<li>Input Permasalahan</li>
<li>Input Tindakan</li>
<li>Input Kegiatan per Kecamatan</li>
<li>Set status Musrenbang Kecamatan menjadi Musrenbang Kabupaten (untuk kegiatan yang disetujui dalam Musrenbang Kabupaten)</li>
<li>Set Kegiatan ke SKPD</li>
<li>Penambahan Kegiatan SKPD yang tidak berasal dari Musrenbang Kecamatan</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><em>Laporan:<br />
</em></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Rekapitulasi Musrenbang Kecamatan per Kecamatan (view &amp; cetak)</li>
<li>Rekapitulasi Musrenbang Kabupaten per Kecamatan (view &amp; cetak)</li>
<li>Rekapitulasi Musrenbang Kabupaten per SKPD (view &amp; cetak)</li>
</ul>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>SIMPEDA (Sistem Informasi Manajemen Pembangunan Daerah):</strong></span></h4>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_508" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/simpepeda-copy.gif"><img class="size-medium wp-image-508" title="SIMPEDA" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/simpepeda-copy-300x135.gif" alt="SIMPEDA" width="300" height="135" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Antarmuka SIMPEDA</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<ul style="text-align: justify;">
<li>Set status Musrenbang Kabupaten menjadi RAPBD (untuk kegiatan yang disetujui menjadi RAPBD)</li>
<li>Pengelompokan Program yang menangani Kegiatan</li>
<li>Penambahan Kegiatan yang tidak berdasarkan hasil Musrenbang Kabupaten</li>
<li>Set status RAPBD menjadi APBD (untuk kegiatan yang disetujui menjadi APBD)</li>
<li>Perubahan program yang menangani usulan kegiatan (bila terjadi perubahan kegiatan terhadap program)</li>
<li>Alokasi sumber anggaran (APBD Kab/Kota, APBD Prop, APBN atau Hibah) per Kegiatan</li>
<li>Penambahan Kegiatan yang tidak berdasar RAPBD</li>
<li>Input perencanaan volume dan nilai per kegiatan per bulan (APBD)</li>
<li>Set status Kegiatan RAPBD/APBD menjadi RPAK (untuk kegiatan yang disetujui menjadi RPAK)</li>
<li>Set status Kegiatan RPAK menjadi PAK (untuk kegiatan yang disetujui menjadi PAK)</li>
<li>Input perencanaan Volume dan Nilai per Kegiatan per bulan (PAK)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><em>Laporan:</em></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Rekapitulasi RAPBD per kecamatan (view &amp; cetak)</li>
<li>Rekapitulasi RAPBD per SKPD (view &amp; cetak)</li>
<li>Rekapitulasi APBD per Kecamatan (view &amp; cetak)</li>
<li>Rekapitulasi APBD per SKPD (view &amp; cetak)</li>
<li>Cetak Buku Saku APBD</li>
<li>Rekapitulasi RPAK per Kecamatan (view &amp; cetak)</li>
<li>Rekapitulasi RPAK per SKPD (view &amp; cetak)</li>
<li>Rekapitulasi PAK per Kecamatan (view &amp; cetak)</li>
<li>Rekapitulasi PAK per SKPD (view &amp; cetak)</li>
<li>Rekapitulasi evaluasi kegiatan (view &amp; cetak)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>SIEVAP (Sistem Evaluasi Pembangunan):</strong></span></h4>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_447" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/sievap.gif"><img class="size-medium wp-image-447" title="SIEVAP Sistem Evaluasi Pembangunan" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/sievap-300x167.gif" alt="Sistem Evaluasi Pembangunan" width="300" height="167" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Menu Utama SIEVAP</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<ul style="text-align: justify;">
<li>Input permasalahan per SKPD atas kegiatan yang sedang dilaksanakan (APBD atau PAK)</li>
<li>Input tindakan atas permasalahan per SKPD</li>
<li>Preview APBD per SKPD/semua</li>
<li>Preview PAK per SKPD/semua</li>
<li>Preview realisasi APBD dan PAK</li>
<li>Input Indikator Keluaran per Kegiatan</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><em>Laporan:</em></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Laporan Evaluasi Kegiatan</li>
<li>Laporan Evaluasi Program</li>
<li>Laporan Tindak Lanjut</li>
<li>Laporan Indikator Keluaran</li>
<li>Laporan Penilaian Kegiatan (DN 41)</li>
<li>Laporan Realisasi Kegiatan (DN 42)</li>
<li>Laporan Realisasi Dana (DN 43)</li>
<li>Laporan Realisasi Fisik (DN 44)</li>
</ul>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 1938px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden; text-align: justify;"><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Spesifikasi Teknis Sistem:</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Platform 	: Open Source berbasis web</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Database 	: Mysql versi 5</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Pemrograman 	: PHP versi 5 &amp; AJAX</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">SIMPEPEDA merupakan gabungan dari SIM Musrenbang, SIMPEDA, dan SIEVAP yang terintegrasi. Berikut gambaran mengenai fasilitas tiap sistem.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">SIM Musrenbang:</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Input data SKPD dan Kecamatan</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Input Permasalahan</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Input Tindakan</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Input Kegiatan per Kecamatan</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Set status Musrenbang Kecamatan menjadi Musrenbang Kabupaten (untuk kegiatan yang disetujui dalam Musrenbang Kabupaten)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Set Kegiatan ke SKPD</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Penambahan Kegiatan SKPD yang tidak berasal dari Musrenbang Kecamatan</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Laporan:</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Rekapitulasi Musrenbang Kecamatan per Kecamatan (view &amp; cetak)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Rekapitulasi Musrenbang Kabupaten per Kecamatan (view &amp; cetak)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Rekapitulasi Musrenbang Kabupaten per SKPD (view &amp; cetak)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">SIMPEDA (Sistem Informasi Manajemen Pembangunan Daerah):</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Set status Musrenbang Kabupaten menjadi RAPBD (untuk kegiatan yang disetujui menjadi RAPBD)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Pengelompokan Program yang menangani Kegiatan</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Penambahan Kegiatan yang tidak berdasarkan hasil Musrenbang Kabupaten</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Set status RAPBD menjadi APBD (untuk kegiatan yang disetujui menjadi APBD)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Perubahan program yang menangani usulan kegiatan (bila terjadi perubahan kegiatan terhadap program)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Alokasi sumber anggaran (APBD Kab/Kota, APBD Prop, APBN atau Hibah) per Kegiatan</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Penambahan Kegiatan yang tidak berdasar RAPBD</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Input perencanaan volume dan nilai per kegiatan per bulan (APBD)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Set status Kegiatan RAPBD/APBD menjadi RPAK (untuk kegiatan yang disetujui menjadi RPAK)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Set status Kegiatan RPAK menjadi PAK (untuk kegiatan yang disetujui menjadi PAK)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Input perencanaan Volume dan Nilai per Kegiatan per bulan (PAK)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Laporan:</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Rekapitulasi RAPBD per kecamatan (view &amp; cetak)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Rekapitulasi RAPBD per SKPD (view &amp; cetak)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Rekapitulasi APBD per Kecamatan (view &amp; cetak)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Rekapitulasi APBD per SKPD (view &amp; cetak)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Cetak Buku Saku APBD</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Rekapitulasi RPAK per Kecamatan (view &amp; cetak)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Rekapitulasi RPAK per SKPD (view &amp; cetak)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Rekapitulasi PAK per Kecamatan (view &amp; cetak)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Rekapitulasi PAK per SKPD (view &amp; cetak)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Rekapitulasi evaluasi kegiatan (view &amp; cetak)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">SIEVAP:</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Input permasalahan per SKPD atas kegiatan yang sedang dilaksanakan (APBD atau PAK)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Input tindakan atas permasalahan per SKPD</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Preview APBD per SKPD/semua</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Preview PAK per SKPD/semua</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Preview realisasi APBD dan PAK</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Input Indikator Keluaran per Kegiatan</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Laporan:</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Laporan Evaluasi Kegiatan</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Laporan Evaluasi Program</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Laporan Tindak Lanjut</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Laporan Indikator Keluaran</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Laporan Penilaian Kegiatan (DN 41)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Laporan Realisasi Kegiatan (DN 42)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Laporan Realisasi Dana (DN 43)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Laporan Realisasi Fisik (DN 44)</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/sistem-informasi-pembangunan-daerah-simpepeda/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIM Koperasi</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/sim-koperasi</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/sim-koperasi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2011 07:51:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[SIM Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Hutang Piutang]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Simpan Pinjam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Sistem Informasi Manajemen Koperasi (SIM Koperasi) merupakan aplikasi/software bagi Koperasi untuk mengelola data dan informasi lembaga beserta transaksi proses bisnisnya. Penataan dan manajemen data dan informasi merupakan kunci sukses setiap badan usaha, termasuk koperasi. Jika data dan infromasi tersedia dengan baik dan mudah diakses/digunakan untuk pelayanan dan pengambilan keputusan maka proses transaksi keseharian koperasi akan lebih efisien dan efektif.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2011/03/logo-koperasi.jpg"><img class="size-full wp-image-781 alignleft" title="Koperasi" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2011/03/logo-koperasi.jpg" alt="" width="240" height="231" /></a>Koperasi merupakan soko guru perekonomian masyarakat, memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting dalam  mengembangkan dan meningkatkan potensi dan kemampuan ekonomi anggotanya. Dibutuhkan kemampuan manajerial yang unggul dalam mengelola seluruh sumber daya dan potensi agar tujuan kesejahteraan bersama benar-benar terwujud.</div>
<div style="text-align: justify;">Proses bisnis yang dilakukan koperasi perlu dikelola dengan baik dengan memanfaatkan keunggulan teknologi informasi untuk mengelola data dan informasi. Penataan dan manajemen data dan informasi merupakan kunci sukses setiap badan usaha. Jika data dan infromasi tersedia dengan baik dan mudah diakses/digunakan untuk pelayanan dan pengambilan keputusan maka proses transaksi keseharian koperasi akan lebih efisien dan efektif.</div>
<div style="text-align: justify;">Sistem Informasi Manajemen Koperasi (SIM Koperasi) merupakan sebuah aplikasi perangkat lunak (Software) bagi Koperasi yang dipergunakan untuk mengelola data dan informasi lembaga beserta transaksi proses bisnisnya.</div>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;">Keunggulan Fitur</span></h3>
<div style="text-align: justify;">SIM Koperasi memiliki fitur sbb:</div>
<ul>
<li>Pengaturan hak akses (multi user)</li>
<li>Fasilitas cetak kartu (barcode) dan buku tabungan anggota</li>
<li>Fasilitas cetak laporan bisa dikonversi ke excel dan pdf</li>
<li>Setup jenis simpanan</li>
<li>Setup jenis pinjaman</li>
<li>Setup jurnal dan kode account</li>
<li>Fasilitas perhitungan SHU</li>
<li>Fasilitas filter report, memudahkan user membuat laporan sesuai dengan kebutuhnan</li>
</ul>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;">Manfaat</span></h3>
<ul>
<li>Meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja sehingga produktifitas juga meningkat (proses manual telah digantikan dengan otomatis oleh sistem)</li>
<li>Mengurangi human error</li>
<li>Memudahkan pengelola koperasi untuk memantau kinerja bisnis</li>
<li>Memudahkan manajemen melakukan pengambilan keputusan (data dan informasi dengan mudah bisa diakses sesuai kebutuhan secara real time)</li>
<li>Mudah dalam melakukan pendataan anggota: registrasi, cetak kartu, cetak buku</li>
<li>Mudah dalam membuat laporan keuangan</li>
<li>Akuntabilitas dan performance lembaga meningkat</li>
</ul>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;">Spesifikasi System</span></h3>
<div style="text-align: justify;">SIM Koperasi terdiri dari 3 modul:</div>
<ol>
<li>Modul Admin Sistem</li>
<li>Modul Simpan Pinjam</li>
<li>Modul Perdagangan</li>
<li>Modul Akuntansi/Keuangan</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/sim-koperasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Go Online &#8211; eProcurement / Pengadaan Barang &amp; Jasa di Instansi Pemerintahan</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/go-online-eprocurement-pengadaan-barang-jasa-di-instansi-pemerinatahan</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/go-online-eprocurement-pengadaan-barang-jasa-di-instansi-pemerinatahan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 06:35:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hartono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[eproc]]></category>
		<category><![CDATA[eprocurement]]></category>
		<category><![CDATA[eprocurement pemda]]></category>
		<category><![CDATA[lelang online]]></category>
		<category><![CDATA[pengadaan barang dan jasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=745</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki tahun 2011 banyak gejolak di negeri ini. Tak hanya Gunung Bromo yang terus menyemburkan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memasuki tahun 2011 banyak gejolak di negeri ini. Tak hanya Gunung Bromo yang terus menyemburkan abu vulkanik, atau Lapindo yang terus menyemburkan lumpur. Dilingkup instansi pemerintahan pun sekarang ada gejolak untuk berbenah memperbaiki kinerja dan pelayanan kepada masyarakat, setidaknya bisa dilihat dari upaya penggunaan <strong>sistem lelang online / eprocurement dalam proses pengadaan barang dan jasa. </strong></p>
<p>Sudah menjadi rahasia umum bahwasanya proses pengadaan barang dan jasa di lingkup pemerintahan daerah sering kali berjalan tidak fair, dan menguntungkan pihak tertentu. KOndisi seperti ini sebenarnya tidak hanya merugikan peserta lelang lainnya, tetapi juga bisa merugikan pemerintah karena terpaksa harus menerima barang dari rekanan yang kurang baik tapi bisa memenangkan tender.</p>
<p><strong>Apa yang bisa dilakukan eProc ?</strong></p>
<p>Seolah menjadi penyibak tabir kegelapan, pembuka belenggu nepotisme, pembuka ruang kebebasan, eprocurement menawarkan harapan baru. Harapan baru bagi rekanan yang ingin ikut berpartisipasi dan berkompetisi secara fair, dan harapan baru bagi pemerintah yang ingin menginginkan barang/jasa sesuai kebutuhan tanpa terbelengu keterpaksaan.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Proses eproc</span></strong></p>
<ul>
<li>Pendaftaran Rekanan</li>
<li>Pengumuman Pengadaan Barang &amp; Jasa</li>
<li>Pendaftaran Peserta Lelang</li>
<li>Pemasukan Penawaran</li>
<li>Evaluasi Penawaran</li>
<li>Pengumuman Pemenang Lelang</li>
</ul>
<p><strong>Apakah proses eprocurement akan meniadakan berkas ?</strong></p>
<p>Sistem pelelangan di negeri ini memang penuh ketidakefisienan, ibarat mau beli sapi harus jual rela jual kambing. Mulai dari proses pengumuman, pendaftaran, pemasukan penawaran, evaluasi, dll membutuhkan berkas yang beraneka ragam dan rupa-rupa warnanya, yang tentunya memakan banyak biaya. Pendek kata BOROS. Dengan eproc semua menjadi simple :</p>
<ul>
<li>Pengumuman tidak perlu biaya lagi, cukup input ke sistem dan seluruh negeri akan bisa melihatnya</li>
<li>Rekanan tak perlu repot-repot datang dan berjubel di tempat pelelangan hanya untuk sekedar mendaftar</li>
<li>Kirim penawaran tak harus banyak biaya, cukup masukkan file saja.</li>
<li>Dan banyak lagi yang dipangkas dan dipermudah oleh eproc</li>
</ul>
<p>Memang tidak semua proses dibuang, setidaknya proses pemberkasan yang wajib dijadikan dokumen tetap harus disertakan, khususnya bagi yang lolos evaluasi.</p>
<p>Taka da gading yang tak retak, tapi selama tak pernah melangkah maka tidak akan pernah sampai tujuan. Kesempurnaan harus diraih dengan proses dan usaha tiada henti. Selamat mencoba !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/go-online-eprocurement-pengadaan-barang-jasa-di-instansi-pemerinatahan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Informasi Manajemen Aset / Inventory / Logistik</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/sistem-informasi-manajemen-aset-inventori-logistik</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/sistem-informasi-manajemen-aset-inventori-logistik#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2010 15:30:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hartono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Barang Habis Pakai]]></category>
		<category><![CDATA[Barang Inventaris]]></category>
		<category><![CDATA[Fast Moving]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Induk Barang]]></category>
		<category><![CDATA[Mutasi Barang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelian Barang]]></category>
		<category><![CDATA[Penerimaan Barang]]></category>
		<category><![CDATA[procurement]]></category>
		<category><![CDATA[SIM Aset]]></category>
		<category><![CDATA[SIM Inventori]]></category>
		<category><![CDATA[Slow Moving]]></category>
		<category><![CDATA[Stok Opname]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=712</guid>
		<description><![CDATA[Asset Management System (AMSys) atau Sistem Informasi Manajemen Aset merupakan aplikasi berbasis web yang digunakan untuk pengelolaan aset / inventori. Implementasi SIM Aset pada hakekatnya adalah upaya untuk tertib dokumen dan tertib administrasi pengelolaan aset.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/11/simaset.gif"><img class="alignright size-medium wp-image-724" title="simaset" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/11/simaset-300x172.gif" alt="" width="300" height="172" /></a>Asset Management System (AMSys) atau Sistem Informasi Manajemen Aset merupakan aplikasi berbasis web yang digunakan untuk pengelolaan aset / inventori. Implementasi SIM Aset pada hakekatnya adalah upaya untuk tertib dokumen dan tertib administrasi pengelolaan aset.</p>
<p>Tertib dokumen aset berkaitan dengan upaya penyediaan dan pendataan data-data / dokumen yang menyertai keberadaan aset, sedangkan tertib administrasi lebih dimaksudkan pada upaya membangun prosedur pengelolaan aset mulai saat pengadaan, perubahan data, hingga penghapusan aset.</p>
<p>SIM Aset secara garis besar mengelompokkan aset menjadi 2(dua) kelompok, yaitu :</p>
<p>1. Aset yang berupa barang inventaris<br />
2. Aset yang berupa barang habis pakai</p>
<p>Untuk mempermudah dalam mengatur persediaan barang habis pakai sendiri masih bisa dikelompokkan dalam  kategori, yaitu :</p>
<p>1. <em><strong>Fast Moving</strong></em> ,tingkat penggunaannya tinggi<br />
2. <em><strong>Slow Moving</strong></em> ,  tingkat penggunaannya rendah<br />
3. <em><strong>Barang stagnant</strong></em>, barang yang stoknya ada namun tidak digunakan dalam periode tertentu.</p>
<p>Pemisahan kategori barang seperti diatas, dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi persediaan barang.</p>
<p>Biasanya barang dalam kategori slow moving dibuat stok minimumnya rendah.</p>
<p>Pada umumnya kebijakan financial perusahaan  mengharapkan meminimalkan barang stagnan.</p>
<p>Ruang lingkup SIM Aset antara lain :</p>
<p>1. Permintaan / requisition<br />
2. Pembelian / purchasing<br />
3. Penerimaan Barang<br />
4. Mutasi barang<br />
5. Penggunaan barang</p>
<p>Elemen organisasi dalam perusahaan yang terlibat dalam sistem aset ini antara lain :</p>
<p>* <strong>Unit Kerja</strong>:</p>
<p>Merupakan bagian dalam organisasi yang berperan sebagai pengguna aset dan berhak melakukan usulan pembelian / permintaan</p>
<p>* <strong>Gudang</strong></p>
<p>Merupakan tempat dimana barang tersebut disimpan secara fisik / dicatatkan. Pada umumnya unit kerja pun bisa disebut sebagai gudang kecil  gudang sementara .</p>
<p>* <strong>Unit Kontrol / material kontrol</strong></p>
<p>Merupakan bagian dalam organisasi yang berperan sebagai pengontrol stok barang, penetuan stok minimum dan perencanaaan terhadap material atau barang. pada umumnya fungsi ini diambil oleh gudang induk dalam suatu institusi.</p>
<p>* <strong>Pengadaan/Purchasing/ Procurment</strong></p>
<p>merupakan pihak yang melakukan hubungan dengan pihak luar / rekanan untuk kepentingan pengadaan barang sesuai dengan permintaan pengadaan oleh gudang atau unit kerja</p>
<p>Fitur-fitur utama yang ada dalam sistem informasi ini diantaranya:</p>
<ol>
<li>Perolehan Aset</li>
<li>Purchase Order Aset</li>
<li>Penerimaan Aset</li>
<li>Pemakaian Aset</li>
<li>Setup Data Master</li>
<li>LAporan-Laporan</li>
</ol>
<p>Sedangkan Laporan yang ada  (comming soon)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/sistem-informasi-manajemen-aset-inventori-logistik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uji coba SIMPUS bisakah ?</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/uji-coba-simpus-bisakah</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/uji-coba-simpus-bisakah#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2010 05:49:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hartono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi SIMPUS]]></category>
		<category><![CDATA[Proposal SIMPUS]]></category>
		<category><![CDATA[simpus]]></category>
		<category><![CDATA[Uji coba SIMPUS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=704</guid>
		<description><![CDATA[Tak kenal maka tak sayang. Begitu mungkin peribahasa yang pas untuk menggambarkan kegundahan para pengambil...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak kenal maka tak sayang. Begitu mungkin peribahasa yang pas untuk menggambarkan kegundahan para pengambil kebijakan di puskesmas dan dinkes untuk menjalin kerja sama dengan Digital Sense. Menanggapi kondisi seperti itu kami mempersiapkan paket :</p>
<p>1. Proposal SIMPUS &#8211;&gt; untuk memberikan gambaran awal produk SIMPUS Digital Sense</p>
<p>2. Presentasi SIMPUS &#8211;&gt; mengenal lebih jauh proses penggunaan SIMPUS dan problem solusi yang bisa dilakukan</p>
<p>3. Uji coba penggunaan SIMPUS di puskesmas &#8211;&gt; jika memungkinkan akan dilakukan uji coba penggunaan SIMPUS dalam pelayanan puskesmas agar bisa diketahui kekurangan dan kelebihan SIMPUS</p>
<p>Dengan paket kerjasama seperti diatas, diharapkan calon-calon pengguna SIMPUS lebih yakin dan tidak dibayangi keraguan dan kegagalan implementasi.</p>
<p>Silahkan hubungi kami !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/uji-coba-simpus-bisakah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah dibalik Implementasi SIMPUS (1). “Ribetnya Pelayanan Loket”</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/kisah-dibalik-implementasi-simpus-1-%e2%80%9cribetnya-pelayanan-loket%e2%80%9d</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/kisah-dibalik-implementasi-simpus-1-%e2%80%9cribetnya-pelayanan-loket%e2%80%9d#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2010 05:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hartono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[alur simpus]]></category>
		<category><![CDATA[Antrian Loket]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Induk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Pencarian Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Register Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[simpus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) bukan barang baru lagi bagi puskesmas. Berlomba-lombanya puskesmas dalam mengimplementasikan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) bukan barang baru lagi bagi puskesmas. Berlomba-lombanya puskesmas dalam mengimplementasikan SIMPUS bukannya tanpa dasar. Bahkan beberapa kabupaten / kota yang implementasi SIMPUS-nya dipercayakan ke Digital Sense ada yang pernah beberapa kali gagal dalam pengembangan SIMPUS. Kegagalan tersebut ternyata tidak menyurutkan langkah dan semangat para pejuang kesehatan tersebut.</p>
<p>Mengapa ngotot SIMPUS ?</p>
<p>“Semua ada resikonya Mas, belajar naik motorpun juga pernah jatuh. Tapi setelah bisa pasti akan lebih cepat dari yang nekat jalan kaki” begitu alasan sebagian penggiat SIMPUS dari Banyuwangi. Semua makin jelas dan terang benderang ketika satu per satu puskemas kami kelilingi untuk melihat langsung proses pelayanan di puskesmas. Beberapa yang kami temui di lapangan baik yang langsung kami saksikan maupun dari cerita para petugas akan kami uraikan satu per satu.</p>
<p>Sesuai urutan pelayanan, kami mulai dari LOKET.</p>
<ul>
<li>Antrian Pasien</li>
</ul>
<p>Baru saja nongol di puskesmas, sajian pertama yang bisa ditemui adalah antrian pasien. Lebih-lebih di hari Senin atau setelah libur pelayanan, jumlah antrian biasanya akan berlipat. Mengapa bisa demikian, marilah kita tengok lebih dalam lagi di Pencatatan Kunjungan</p>
<ul>
<li>Pencatatan Kunjungan</li>
</ul>
<p>Menyela dikit dari barisan pasien, pemandangan yang terlihat adalah jejeran buku pasien yang tersusun rapi di lemari dan rak yang jumlahnya “uuuaaakeh tenan”. Dari mulai yang masih tampak gress (baru) sampai yang kumal pun ada. Saya tanya “Masih dipakai semua ?”, petugas : “Masih mas….! “ Glodak…… gak kebayang ribetnya nyari data dari sekian banyak buku yang ada…..</p>
<p>Salut untuk para petugas loket yang selalu sabar bongkar2 data….</p>
<ul>
<li>Pasien yang beragam</li>
</ul>
<p>Sisi lain yang bisa kita lihat adalah barisan pasien yang sedang antri. Dari ibu2 yang sedang gendong bayi, anak-anak yang rewel, sampai kakek nenek yang sudah buyuten….. komplit bisa ditemui di antrian pasien puskesmas.</p>
<p>Beberapa kondisi yang bikin makin ruwetnya administrasi di puskesmas :</p>
<ul>
<li>Petugas : <em>“Kartunya mana Mbah ?”</em> Jawab : “ <em>Kesupen Bu…!” (lupa Bu…!)</em></li>
</ul>
<p>Klo begini jangan salahkan petugas klo lama nunggu karena harus mencari-cari di tumpukan buku-buku pasien yang ada. Untung klo petugasnya masih hafal……</p>
<ul>
<li>Untuk kunjungan baru, Petugas : <em>“Tanggal lahir atau umurnya berapa Pak ?</em> “ dijawab : <em>“Waduh Ndak tahu Bu, katanya lahir saya pas meletusnya Gunung Merapi….”</em></li>
</ul>
<p>Paling gampang menghindari pasien model begini terapkan aja peraturan “Berobat wajib bawa KTP…!” Tapi bagaimana klo yang sudah terlanjur datang dari jauh ???? Tegakah ?</p>
<ul>
<li>Buku Register Kunjungan Pasien</li>
</ul>
<p>Tengok lagi apa yang dilakukan petugas sesudah menanyai pasien, ada segebok buku yang selalu menjadi penyimpan data kunjungan pasien. Buku ini dikenal dengan Register Kunjungan Pasien.</p>
<p>Mulai dari mencari data pasien, menulis data kunjungan, dan mengarahkan pasien ke poli adalah menu rutin para petugas loket setiap hari dilengkapi dengan beraneka macam model pasien yang datang. Wajar sekali kalau mereka mengeluh, belum lagi kalau ada peraturan baru semisal “<em>semua pasien jamkesmas wajib tanda tangan “</em>.  Selesai urusan sehari-hari, kesibukan lain bisa dijumpai pada akhir bulan, dimana petugas harus membuat laporan yang beraneka ragam meskipun intinya sama. “<em>Harus menyesuaikan yang meminta laporan mas… ! &#8221; b</em>egitu kata petugas.</p>
<p>Begitulah gambaran perjuangan para petugas loket dalam tugas kesehariaanya mengawal misi kesehatan untuk masyarakat. Cukup layak untuk mendapat perhatian dari para pengambil kebijakan di dinas kesehatan baik lokal kab / kota, propinsi maupun dinkes pusat. Keruwetan di level loket bisa menjadi awal keruwetan di level yang lebih tinggi.</p>
<p><strong>SIMPUS sebagai solusi keruwetan loket.</strong></p>
<p>Modul loket SIMPUS memberikan sarana pelayanan pasien dengan mudah dan fleksibel untuk berbagai kasus kunjungan pasien. Fasilitas yang disediakan antara lain :</p>
<ul>
<li>Pencarian data pasien</li>
</ul>
<p>Tidak perlu lagi membongkar tumpukan buku pasien, cukup lakukan pencarian dengan kata kunci : <em>Nomor pasien (kalau bawa kartu), Penggalan Nama pasien / Nama KK / Alamat, dsb</em></p>
<p>Sistem akan menampilkan data pasien yang bersesuaian dengan kata kunci yang dimasukkan. Petugas tinggal pilih dan klik.</p>
<ol>
<li>Kalau data pasien sudah ada langsung bisa klik kunjungan lama</li>
<li>Kalau pasien baru, tapi sudah ada data anggota keluarga yang terdata bisa klik pasien baru dari Keluarga tersebut sehingga tidak perlu mengulang data yang sama</li>
<li>Kalau tidak ditemukan, memasukkan data lengkap</li>
</ol>
<ul>
<li>Data riwayat kunjungan pasien</li>
</ul>
<p>Data riwayat ini diperlukan untuk memastikan kunjungan baru / lama. Ada kasus pasien pernah datang tapi mengaku pasien baru sehingga petugas perlu menunjukkan data kunjungan sebelumnya.</p>
<ul>
<li>Fasilitas cetak Kartu Pasien</li>
</ul>
<p>Kartu pasien diperlukan untuk mempermudah pelayanan untuk kunjungan selanjutnya. Dengan fasilitas ini petugas tinggal klik print kartu pasien.</p>
<ul>
<li>Fasilitas Cetak Sampul Buku Pasien</li>
</ul>
<p>Beberapa puskesmas masih menghendaki pencatatan buku KK pasien, untuk itu disediakan fasilitas untuk pencetakan sampul bukunya.</p>
<ul>
<li>Cetak buku register</li>
</ul>
<p>Untuk tetap mendukung keinginan adanya buku register, setiap saat petugas bisa mencetak buku register kunjungan pasien. Kalau tidak mau bentuk cetak bisa juga di-convert ke bentuk file Ms Excel</p>
<ul>
<li>Laporan bulanan yang tinggal klik</li>
</ul>
<p>Dengan berbagai laporan yang disediakan, petugas tidak perlu lagi pusing membuat laporan karena tinggal print dari SIMPUS.</p>
<p>Masih ragu dengan SIMPUS, silahkan kontak kami….. boleh diuji coba !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/kisah-dibalik-implementasi-simpus-1-%e2%80%9cribetnya-pelayanan-loket%e2%80%9d/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIM Dealer &amp; Bengkel</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/sim-bengkel-dealer</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/sim-bengkel-dealer#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 13:34:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi bengkel]]></category>
		<category><![CDATA[inventori bengkel]]></category>
		<category><![CDATA[managemen bengkel]]></category>
		<category><![CDATA[sim bengkel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=679</guid>
		<description><![CDATA[Aplikasi ini sangat berguna untuk bengkel dan dealer kendaraan, baik mobil maupun motor. Manfaat yang diperoleh dengan menggunakan aplikasi ini adalah:mempercepat transaksi penjulan, memudahkan monitoring service kendaraan, meningkatkan pelayanan kepada customer.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/10/mbm11.jpg"><img class="size-full wp-image-792 aligncenter" title="mbm1" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/10/mbm11.jpg" alt="" width="512" height="259" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Aplikasi ini sangat berguna untuk bengkel dan dealer kendaraan, baik mobil maupun motor. Manfaat yang diperoleh dengan menggunakan aplikasi ini adalah:</p>
<ul>
<li>Mempercepat transaksi penjulan</li>
<li>Memudahkan monitoring service kendaraan</li>
<li>Meningkatkan pelayanan kepada customer</li>
<li>Memudahkan dalam membuat cetak transaksi penjualan dan service (nota, faktur, tagihan dll.)</li>
<li>Memudahkan dalam pembuatan PO/RO</li>
<li>Memudahkan pengendalian stok spare part (stok minimum terpantau secara real time)</li>
<li>Memudahkan pembuatan laporan keuangan dan akuntansi</li>
</ul>
<h3><span style="color: #800000;">Keunggulan Fitur</span></h3>
<ul>
<li>Otomatisasi kerja bengkel, mulai dari pembuatan Work Oder, Work Control dan Pembayaran</li>
<li>Fasilitas pencarian spare part dan tipe kendaraan</li>
<li>Fasilitas pembuatan laporan dealer dan bengkel: laporan penjualan, laporan service, laporan mekanik</li>
<li>Fasilitas setting jenis service dan tarif service</li>
<li>Fasilitas preview dan cetak medical record kendaraan</li>
</ul>
<h3><span style="color: #800000;">Spesifikasi Sistem</span></h3>
<p>Modul disediakan :</p>
<p>1. Modul Penjualan Kendaraan</p>
<ul>
<li>Purchase Order Mobil</li>
<li>Penerimaan (BATB Mobil)</li>
<li>Penjualan (Cash dan Kredit)</li>
<li>Kasir (Nota Penjualan)</li>
<li>Faktur Penjualan</li>
<li>Laporan Penjualan Kendaraan</li>
</ul>
<p>2. Modul Spare Part</p>
<ul>
<li>Purchase Order Spare Part</li>
<li>Penerimaan</li>
<li>Penjualan (Cash dan Kredit)</li>
<li>Gudang Stok</li>
<li>Kasir (Nota Penjualan)</li>
<li>Faktur penjualan</li>
<li>Pemakaian Bengkel</li>
<li>Laporan</li>
</ul>
<p>3. Modul Service/Bengkel</p>
<ul>
<li>Work Order</li>
<li>Work Control</li>
<li>Manajemen tools</li>
<li>Kasir (Nota Service)</li>
<li>Master Service (Free service, berkala, painting dll.)</li>
<li>Laporan</li>
</ul>
<p>4. Modul Akuntansi Keuangan</p>
<ul>
<li>Pelunasan Hutang</li>
<li>Pelunasan Piutang</li>
<li>Setup jurnal</li>
<li>Setup kode rekening</li>
<li>Laporan</li>
</ul>
<p>5. Modul Customer Service</p>
<ul>
<li>Informasi Stok Mobil</li>
<li>Informasi Stok Spare Part</li>
<li>History Mobil</li>
<li>Estimasi Work Order</li>
<li>Monitoring Work Order</li>
<li>Laporan</li>
</ul>
<p>6. Modul Kepegawaian</p>
<ul>
<li>Setting work group</li>
<li>Setting payroll</li>
<li>Presensi pegawai</li>
<li>Laporan</li>
</ul>
<p>6. Admin sistem</p>
<ul>
<li>Master Kendaraan</li>
<li>Master Spare Part</li>
<li>Master Suplier</li>
<li>Master Customer</li>
<li>Master Office</li>
<li>Master Devisi</li>
<li>Master Pegawai</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/sim-bengkel-dealer/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat dan Berbasis Teknologi</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/upaya-kesehatan-bersumber-daya-masyarakat-dan-berbasis-teknologi</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/upaya-kesehatan-bersumber-daya-masyarakat-dan-berbasis-teknologi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2010 07:04:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hartono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[SIKDA]]></category>
		<category><![CDATA[simpus]]></category>
		<category><![CDATA[SIMRS]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[sms gateway]]></category>
		<category><![CDATA[website kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=625</guid>
		<description><![CDATA[Ditinjau dari Visi, Misi dan Struktur Organisasi yang dibangun oleh dinas kesehatan tak perlu diragukan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ditinjau dari Visi, Misi dan Struktur Organisasi yang dibangun oleh dinas kesehatan tak perlu diragukan lagi keseriusan dan mantapnya konsep pelayanan kesehatan di Indonesia. Andaikata semua bagian mampu bergerak sesuai dengan peran dan fungsinya tentu slogan <strong>Indonesia Sehat</strong> tak sekedar indah ditulis dan diseminarkan saja. Tapi mengapa masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapat pelayana kesehatan ? Mengapa di banyak kasus instansi baru tanggap ketika sudah ada kejadian ?</p>
<p style="text-align: justify;">Menelisik lebih jauh terhadap perangkat kesehatan dan beban tugas yang menjadi tanggung jawabnya mungkin sedikit bisa mengurai kusutnya problematika kesehatan yang dihadapi. Dengan mengetahui permasalahan yang ada, diharapkan akan memudahkan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam tulisan ini penulis hanya mencoba melakukan analisa sederhana (menurut logika sendiri) terhadap 4 hal berikut:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Tinjauan Organisasi</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Mulai dari Kementrian Kesehatan sampai dengan posyandu di pelosok negeri ini merupakan alat kelengkapan organisasi yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dilihat dari jumlahnya yang sangat besar dan strukturnya yang sangat komplek, bisa dibayangkan betapa rumit dan panjangnya alur pelayanan. Terbayang sudah bagaimana susahnya menggali, mengumpulkan, dan menganalisa data dari sedemikian besar data. Apalagi kalau sudah melibatkan wilayah pedalaman yang secara fisik saja sudah sulit dijangkau. Bagaimana mau cepat dan valid ?</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Tinjauan peran dan fungsi</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Beragamnya problem kesehatan dan problem social yang mengikutinya seringkali menyebabkan aparat kesehatan tidak bisa menjalankan peran dan fungsinya secara maksimal. Ambil contoh di daerah tertentu yang masih menganggap tabu memeriksakan kesehatan ke tenaga medis dan lebih memilih mendatangi dukun adalah sebagian kecil gambaran sulitnya aparat medis di negeri ini menjalankan tugasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Disisi lain yang secara hambatan social kemasyarakatan sudah bisa dibilang tidak ada, masih saja menghadapi kendala serius karena masih kurang berimbangnya tenaga medis dan jumlah masyarakat yang harus dilayani.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Tinjauan perangkat pendukung</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Struktur organisasi kesehatan dibangun dengan tujuan untuk mempermudah upaya memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Namun demikian kemampuan Negara dalam menyiapkan tenaga medis sampai saat ini masih sangat terbatas, apalagi di wilayah desa dan pedalaman. Ditinjau dari sisi jumlah di pulau jawa saja yang notabene wilayah terjangkau, rata-rata hanya ada satu puskesmas. Bayangkan 1 puskemas harus menjangkau wilayah sekian luas dengan beban tugas tidak hanya mengobati yang sakit, tapi juga harus memberikan pelayanan imunisasi di lapangan, dan mengajak masyarakat berbudaya hidup sehat. Mana mungkin ????</p>
<p style="text-align: justify;">Adanya pustu, polindes, dan poskesdes adalah upaya untuk menambah daya jangkauan puskesmas ke masyarakat, namun masih saja belum berimbang antara petugas medis yang ada dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Keterbatasan anggaran</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Ketika ada ketidakpuasan pelayanan kesehatan biasanya alasan yang pasti dimunculkan adalah “kurangnya anggaran”. Tidak salah memang, jumlah pegawai dan tenaga kesehatan yang sedemikian banyak semuanya harus digaji tiap bulan. Obat dan peralatan medis semuanya juga harus beli. Semakin banyak yang minta pelayana kesehatan berarti semakin tinggi beban biaya yang ditanggung Negara. Jadi wajarkah kalau pelayanan kesehatan kita masih buruk ?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Terus bagaimana ? </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Melihat kenyataan seperti yang diuraikan di atas tentunya kita tidak boleh pesimis apalagi patah semangat. Masih banyak yang bisa dilakukan meskipun dengan segala keterbatasan yang ada. Beberapa hal yang bisa dikembangkan menurut saya antara lain :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Lebih mengembangkan pelayanan kesehatan bersumberdaya masyarakat</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Struktur kemasyarakatan yang ada dalam masyarakat yang mampu menjangkau per keluarga secara langsung adalah RT, untuk itu perlu upaya menggandeng kelompok masyarakat ini. Posyandu dan Posyandu Lansia mungkin salah satu contoh yang sudah ada, dan sangat mungkin untuk dikembangkan dalam model lain misalnya penyuluhan <em>Pola Hidup Sehat dan Bersih </em>yang tentu akan lebih efektif jika dilakukan dan diawasi langsung oleh lingkungan. Petugas kesehatan tinggal keliling sesekali waktu untuk memberikan bekal teknisnya.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Memanfaatkan Teknologi Informasi</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Banyak hal dalam kegiatan pelayana kesehatan masyarakat bisa memanfaatkan teknologi informasi. SIK, SIMPUS, website, dll adalah salah satu bentuk pemanfaatannya. Yang tak kalah penting adalah bagaimana memaksimalkan aplikasi-aplikasi yang sudah ada tersebut. Jangan sampai aplikasi dibangun kemudian dibiarkan saja dan hanya sebagai koleksi. Teknologi informasi adalah jalur pintas untuk memangkas kendala kesulitas akses wilayah, dan mempercepat komunikasi data.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Membangun jalur komunikasi langsung dengan masyarakat</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Struktur birokrasi yang panjang sering kali menjadi kendala bagi pimpinan untuk mengetahui secara cepat data dari masyarakat, dan sebaliknya juga masyarakat juga susah untuk memberikan masukan ataupun koreksi kepada pihak pengambil kebijakan. Teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kendala ini. Produk yang bisa digunakan antara lain :<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. </strong><strong>SMS Gateway</strong></p>
<p style="text-align: justify;">HP telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, tak peduli golongan apa saja. Karena ini SMS Gateway menjadi pilihan menarik untuk menampung informasi dan kritik dari masyarakat secara langsung.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. </strong><strong>Website yang uptodate</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hampir semua instansi sudah memiliki website, hanya saja sering kali hanya sekedar ada dan jarang diupdate. Agar lebih bermanfaat seharusnya website dikelola secara khusus dan secara harian memberikan informasi ataupun panduan kepada masyarakat tentang visi misi yang dituju oleh dinas kesehatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mudah-mudahan bermanfaat !</p>
<p style="text-align: justify;">Hartono (2010)</p>
<p style="text-align: justify;">Digital Sense</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/upaya-kesehatan-bersumber-daya-masyarakat-dan-berbasis-teknologi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Analisa Kesiapan Puskesmas Mengimplementasikan SIMPUS</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/analisa-kesiapan-puskesmas-mengimplementasikan-simpus</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/analisa-kesiapan-puskesmas-mengimplementasikan-simpus#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 06:48:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hartono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[SIKDA]]></category>
		<category><![CDATA[SIM Apotek]]></category>
		<category><![CDATA[simpus]]></category>
		<category><![CDATA[SIMRS]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[web based]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[ANALISA KESIAPAN PUSKESMAS MENGIMPLEMENTASIKAN SIMPUS Upaya penerapan &#8220;Sistem Informasi Kesehatan&#8221; di lingkungan dinas kesehatan merupakan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>ANALISA KESIAPAN PUSKESMAS MENGIMPLEMENTASIKAN SIMPUS</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Upaya penerapan &#8220;Sistem Informasi Kesehatan&#8221; di lingkungan dinas kesehatan merupakan respon akan tuntutan perbaikan kinerja dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Menyadari perannya sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat, karenanya diperlukan prasarana bantu untuk mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan kualitas pelayanan oleh puskesmas.</p>
<p style="text-align: justify;">Sistem Informasi Manajemen Puskesmas ( SIMPUS ) sebagai bagian dari sistem informasi kesehatan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Terdorong untuk segera bisa mewujudkan pelayanan terbaik tersebut menyebabkan dinas kesehatan kabupaten/kota saling berlomba menjadi yang terdahulu apalagi ada support pembiayaan dari pusat. Terbukti beberapa daerah telah mampu merubah budaya keja dan paradigma pelayanan kesehatan dilingkungannya berbasis simpus sehingga mampu mengangkat nama institusi dan mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat. Namun demikian tak sedikit daerah yang terjerembab ke dalam problematika baru yang bernama &#8220;kegagalan impementasi simpus&#8221;, bahkan sampai berulang berkali-kali.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengapa demikian ? Apa yang salah ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal ini tidak ada yang salah dengan niatan implementasi sistem informasi kesehatan, hanya saja ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum melangkah kesana.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti halnya dalam implementasi teknologi informasi (TI) yang lain, keberhasilhan implementasi SIMPUS secara umum sangat dipengaruhi beberapa aspek berikut :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Kejelasan ruang lingkup kebutuhan sistem</strong><strong></strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sebelum melongok jauh ke depan, berkacalah, lakukan analisa internal untuk melihat seberapa perlu akan SIMPUS, dan sejauh mana perlu diimplementasikan. Hal ini menjadi sangat penting untuk melihat seberapa efektif dan efisiennya effort dan biaya yang dibutuhkan dibandingkan dengan manfaat yang dihasilkan.  Berhati-hati dan belajarlah dari daerah lain yang telah lebih dahulu menjalankan simpus, baik yang berhasil maupun yang gagal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai vendor pengembang SIMPUS yang telah berpengalaman, Digital Sense sangat terbuka bagi pihak-pihak yang tertarik dan ingin menjalankan SIMPUS. Kami siap berbagi pengalaman keberhasilan maupun kesulitan yang pernah kami alami sehingga akan mempermudah rencana Anda dalam implementasi SIMPUS.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Kesiapan peralatan</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Setelah yakin akan melanjutkan rencana implementasi SIMPUS, langkah selanjutnya adalah melakukan perencanaan perangkat yang diperlukan. Jumlah, tipe, dan model teknologi yang akan digunakan sangat terkait dengan perencanaan / ruang lingkup sistem yang akan dibangun, karenanya konsultasikan hal ini dengan ahlinya.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Kesiapan SDM </strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sebaik apapun sistem yang dibangun dan perangkat yang disiapkan, tidak akan berarti tanpa SDM yang memadai. Impementasi SIMPUS tidak sekedar merubah <strong>ALAT KERJA</strong> tapi lebih dari itu SIMPUS memerlukan perubahan <strong>BUDAYA KERJA</strong>. Untuk itu semua pihak di dinas kesehatan harus “<strong><em>Cancut Taliwondo – Holobis Kuntul Baris” </em></strong>bersatu padu sesuai peran dan fungsinya dengan satu visi <strong>“sukseskan implementasi simpus”</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang bisa dilakukan :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Dinas Kesehatan harus melakukan standarisasi pelayanan kesehatan, pelaporannya, dan mendorong kepala puskesmas untuk menerapkan simpus. Selain itu dinas kesehatan perlu menyiapkan tenaga khusus yang akan mengawal pelaksanaan implementasi simpus ini.<em></em></li>
<li>Kepala puskesmas sebagai penanggungjawab di lapangan wajib mengarahkan dan mengawasi petugas untuk mengoperasionalkan simpus<em></em></li>
<li>Pelaksana unit yang bersentuhan langsung dengan simpus wajib mencoba dan belajar mengoperasikan simpus dan melaporkan apabila ada kesalahan / kekurangan<em></em></li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Dukungan vendor (penyedian jasa sistem) yang baik</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pelaksana pekerjaan (vendor) pembuat aplikasi simpus memegang peranan sangat vital dalam hal keberhasilan sistem, untuk itu perlu dicari rekanan yang terpercaya dan berpengalaman. Kesalahan pemilihan rekanan sangat besar potensinya terhadap kegagalan implementasi, yang tidak hanya menghamburkan waktu dan biaya, tapi juga bisa menyebabkan trauma terhadap implementasi sistem serupa diwaktu yang akan datang. Dari pengalaman implementasi di beberapa kabupaten/kota dengan ratusan puskesmas/pustu yang sudah dilayani, Digital Sense terbukti berhasil membawa puskesmas menuju keberhasilan implementasi.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Perawatan sistem (maintenance)</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Membangun sistem kadang lebih mudah daripada merawat dan memastikan sistem berfungsi secara berkelanjutan. Untuk itu diperlukan perencanaan paska implementasi agar sistem benar-benar bisa berfungsi sesuai rencana dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya Digital Sense menyertakan paket implementasi yang sangat mendukung keberhasilan implementasi yakni :</p>
<p style="text-align: justify;">-          Pelatihan operasional dan instalasi sistem baik kepada petugas dinas kesehatan maupun petugas puskesmas</p>
<p style="text-align: justify;">-          Pendampingan proses pelaksanaan dimasing-masing lokasi</p>
<p style="text-align: justify;">-          Jaminan maintenance selama 1 tahun</p>
<p style="text-align: justify;">-          Dan mendukung untuk pengembangan/perubahan sistem mengikuti perkembanga terkini</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sudah siapkan Anda ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti ungkapan “Kutu di seberang tampak, gajah di pelupuk mata tak kelihatan”, biasanya menganalisa kondisi internal sering kali jauh lebih sulit karena semua akan terlihat normal dan biasa-biasa saja. Untuk itu akan lebih baik jika proses analisa internal ini juga melibatkan tenaga ahli sehingga prosesnya akan lebih cepat dan hasilnya tentu akan lebih baik. Selain itu yang bisa dilakukan adalah dengan “Studi Banding” dengan daerah lain yang sudah lebih dahulu mengimplementasikan SIMPUS sehingga langsung bisa membandingkan kondisi yang sudah ada (manual) dan ketika sudah ada simpus.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apa yang kami siapkan untuk Anda ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Digital Sense dengan berbekal pengalaman membangun sistem, baik terkait dengan kesehatan maupun yang tidak, sangat terbuka untuk membantu Puskesmas dan Dinas Kesehatan dalam merencanakan dan mengimplementasikan simpus di wilayah Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami siap untuk mempresentasikan apa yang sudah kami miliki, dan kalau diperlukan melakukan uji coba sistem di puskesmas. Semoga membantu !</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hartono, S.Kom (2010)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Penulis adalah alumnus T.Informatika ITS Surabaya yang telah mengawal implementasi SIMPUS di 4 Kabupaten/Kota di Jawa Timur bersama Digital Sense.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/analisa-kesiapan-puskesmas-mengimplementasikan-simpus/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIM Apotek</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/sim-apotek</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/sim-apotek#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2010 04:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[farma online]]></category>
		<category><![CDATA[SIM Apotek]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi apotek]]></category>
		<category><![CDATA[sistem penjualan obat]]></category>
		<category><![CDATA[software apotek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa fitur unggulan dalam Software Apotek ini adalah: Penyusunan dan pencetakan formularium obat, Pencetakan nota penjualan, Permintaan dan pembelian obat atau alkes kepada suplier/PBF, Penukaran dan retur obat atau alkes ke PBF, Update posisi stok otomatis secara FIFO berdasarkan tanggal kedaluarsanya, Pembuatan laporan penjualan obat dalam pengawasan ke Depkes.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_533" class="wp-caption alignleft" style="width: 133px"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/10/SIM-Apotek.gif"><img class="size-medium wp-image-533" title="SIM Apotek" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/10/SIM-Apotek-268x300.gif" alt="" width="123" height="139" /></a><p class="wp-caption-text">SIM Apotek</p></div>
<p style="text-align: justify;">SIM Apotek merupakan sistem informasi pencatatan obat dan alat kesehatan di Apotek. Dengan menggunakan SIM Apotek alur obat mulai dari penerimaan, pencatatan di gudang obat dan penjualan ke pasien terekam dalam database sehingga stok opname dapat dilakukan secara otomatis dan real time. SIM Apotek sangat tepat diaplikasikan di Rumah Sakit, Klinik Kesehatan, Puskesmas dan Toko Obat (Apotek). SIM Apotek Digital Sense didesain Multi User dengan teknologi terbaru dan interface yang user friendly. Beberapa keunggulan fitur yang ada  dalam Software Apotek ini adalah: Penyusunan dan pencetakan formularium obat, Permintaan dan pembelian obat atau alat kepada suplier/PBF, Penukaran dan retur obat atau alat ke PBF, Update posisi stok otomatis secara FIFO berdasarkan tanggal  kedaluarsanya.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span id="more-462"></span><span style="color: #0000ff;">Teknologi</span></h2>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Platform: Open source</span></li>
<li><span style="color: #000000;">User Interface: Web AJAX</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Database: My SQL ver. 5</span></li>
</ul>
<h2><span style="color: #000000;"><span style="color: #0000ff;">Fitur Unggulan</span></span></h2>
<p><span style="color: #000000;"><span style="color: #0000ff;"><span style="color: #000000;">Fasilitas yang disedikan di Software Apotek ini diantaranya:</span><br />
</span></span></p>
<ul>
<li>Penyusunan dan pencetakan formularium obat</li>
<li> Pengkodean item obat dan alkes</li>
<li> Penentuan harga jual tiap item obat atau alkes dibantu oleh sistem</li>
<li> Permintaan dan pembelian obat atau alkes kepada suplier/PBF</li>
</ul>
<div id="attachment_548" class="wp-caption aligncenter" style="width: 364px"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/10/Purchase-Order.jpg"><img class="size-medium wp-image-548" title="Purchase Order ke PBF" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/10/Purchase-Order-300x83.jpg" alt="" width="354" height="97" /></a><p class="wp-caption-text">Fasilitas pembuatan Purchase Order obat/alkes ke PBF</p></div>
<ul>
<li> Penerimaan obat atau alkes dari suplier/PBF</li>
<li> Penukaran dan retur obat atau alkes ke PBF</li>
<li> Pencatatan transaksi penjualan obat resep dan non resep</li>
</ul>
<div id="attachment_553" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/10/Daftar-penjualan-obat.jpg"><img class="size-medium wp-image-553" title="Daftar penjualan obat" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/10/Daftar-penjualan-obat-300x92.jpg" alt="" width="300" height="92" /></a><p class="wp-caption-text">Daftar Penjualan Obat Per Periode</p></div>
<ul>
<li> Penghitungan total harga secara otomatis per pasien</li>
<li> Pencetakan nota penjualan</li>
</ul>
<div id="attachment_551" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/10/cetak-kwitansi.jpg"><img class="size-medium wp-image-551" title="cetak kwitansi" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/10/cetak-kwitansi-300x188.jpg" alt="" width="300" height="188" /></a><p class="wp-caption-text">Fasilitas Cetak Bukti Pembelian</p></div>
<ul>
<li> Pencatatan retur obat pasien</li>
<li> Update posisi stok otomatis secara FIFO berdasarkan tanggal kedaluarsanya</li>
<li> Monitoring posisi stok aktual (real time)</li>
</ul>
<div id="attachment_545" class="wp-caption aligncenter" style="width: 373px"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/10/stok-obat.jpg"><img class="size-medium wp-image-545 " title="Stok obat" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/10/stok-obat-300x117.jpg" alt="" width="363" height="141" /></a><p class="wp-caption-text">Perhitungan Stok Obat oleh Sistem</p></div>
<ul>
<li> Transaksi kehilangan obat atau alat</li>
<li> Pembuatan laporan penjualan obat atau alkes per resep dan rekapitulasinya</li>
<li> Pembuatan laporan posisi stok aktual obat atau alat per tanggal kedaluarsa maupun total</li>
<li> Pembuatan laporan penjualan obat yang dalam pengawasan ke Depkes</li>
<li> Penyediaan data-data transaksi yang dibutuhkan oleh bagian Hutang Piutang/Akuntansi</li>
<li> Pembuatan laporan 10 besar penjualan obat per periode (grafis dan numerik)</li>
<li>Laporan obat fast moving</li>
<li>Laporan obat slow moving</li>
<li>Laporan obat stagnan</li>
<li>Laporan / warning obat kedaluwarsa</li>
<li>Laporan / obat dibawah stok minimum</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/sim-apotek/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Informasi Pemenangan Pemilu</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/vote-getter-support-sistem</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/vote-getter-support-sistem#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2010 06:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[DPT]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada langsung]]></category>
		<category><![CDATA[quick count]]></category>
		<category><![CDATA[real count]]></category>
		<category><![CDATA[sistem DPT]]></category>
		<category><![CDATA[sistem pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[SMS Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[software kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[sukses pilkada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Sistem Pemenangan Pemilu adalah alat untuk membangun sinergi antara kekuatan politik dan kekuatan strategi pemenangan melalui pengolahan data. Dengan memanfaatkan teknologi informasi proses monitoring kampanye akan lebih mudah diterapkan. Arah pemenangan lebih jelas, terukur, dan valid.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_399" class="wp-caption alignleft" style="width: 215px"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/Sukses_pilkada.gif"><img class="size-full wp-image-399" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/Sukses_pilkada.gif" alt="sim pilkada, sukses pilkada" width="205" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Sukses Pilkada, Bisa!</p></div>
<p style="text-align: justify;">Salah satu buah dari Gerakan Reformasi tahun 1998 adalah pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) secara langsung. Implikasi dari pelaksanaan pemilukada langsung adalah semakin banyaknya calon-calon yang bermunculan, terlebih ketika dibukanya peluang bagi calon perseorangan (independen) untuk ikut berlaga. Dengan jumlah penduduk yang besar, sosial kemasyarakatan yang beragam, dan ketatnya persaingan, menjadikan Pemilukada sebuah proses yang menghabiskan energi dan tentu biaya besar.<br />
Dalam pandangan masyarakat, semakin banyak calon berarti semakin banyak pilihan. Sebaliknya, bagi para kandidat berarti persaingan yang semakin ketat.  Butuh desain strategi yang jitu agar perjalanan menuju pendopo bisa lebih efektif dan efisien.</p>
<h2><span id="more-398"></span><span style="color: #0000ff;">Bagaimana caranya ?</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Setiap perjalanan dan tahapan dari hari ke hari haruslah bisa dievaluasi mulai dari rencana, target yang ingin dicapai, dan realisasi dari pelaksanaan kegiatan perlu terus dimonitor agar setiap kekurangan bisa segera dibenahi dan pencapaian dukungan terukur dengan lebih pasti.</p>
<p style="text-align: justify;">Vote Getter Support System adalah Software Pemenangan Pemilu sebagai alat untuk memenangkan pemilu/pilkada dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengolahan data serta teknik statistika dalam membaca dan mendesain peluang. Membangun sinergi antara kekuatan politik dan kekuatan strategi pemenangan melalui pengolahan data. Dengan memanfaatkan sistem ini peta dan kekuatan kompetitor mudah diketahui, strategi pemenangan lebih terarah, proses kampanye terukur, dan hasil pemilu/pilkada lebih cepat diketahui. Sistem juga dilengkapi dengan software DPT untuk melakukan koreksi DPT. Pengalaman di banyak pilkada, DPT menjadi sumber masalah yang mudah dimanfaatkan pihak tertentu.</p>
<h2><span style="color: #0000ff;">Ruang Lingkup Sistem</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Fasilitas yang disediakan dalam sistem ini bertujuan untuk memberikan data-data untuk membantu pengambilan keputusan politik dalam strategi pemenangan calon. Antara lain berisi :<br />
1. Pemetaan wilayah</p>
<ul>
<li>Pemetaan jumlah pemilih berdasar DPT</li>
<li>Pemetaan tokoh dan Organisasi / Lembaga</li>
<li>Pemetaan kekuatan partai politik berdasar pemilu legislatif (keterwakilan di DPRD)</li>
<li>Pemetaan kekuatan kompetitor</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">2. Pendataan dan penempatan Tim Sukses<br />
3. Pendataan dan distribusi atribut/peraga kampanye<br />
4. Pendataan target dukungan/suara  per level (TPS, desa, kecamatan, dapil, kabupaten)<br />
5. Pendataan tahapan kampanye dan rencana kerja<br />
6. Simulasi perolehan suara dari setiap kegiatan kampanye yang dilaksanakan<br />
7. Verifikasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan menggunakan software khusus DPT<br />
8. SMS Centre, yang menyediakan fasilitas :</p>
<ul>
<li>Penerimaan data laporan kejadian/berita dari Tim Sukses</li>
<li>Penyebaran (broadcast 1 pesan ke banyak tujuan) SMS ke :
<ul>
<li>Pemilih</li>
<li>Simpul Tim Tingkat Dapil</li>
<li>Simpul Tim Tingkat Kecamatan</li>
<li>Simpul Tim Tingkat Desa/Kelurahan</li>
<li>Seluruh Tim Sukses</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>Penerimaan laporan perolehan suara sementara (sesuai lokasi tim sukses)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">9. Quick – Real Count perhitungan perolehan suara</p>
<ul>
<li>Perhitungan cepat (Quick Count) perolehan suara dari sampling TPS yang ditentukan</li>
<li>Laporan detail perolehan</li>
<li>Laporan rekapitulasi perolehan suara dari waktu ke waktu</li>
</ul>
<p><span style="color: #0000ff;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/vote-getter-support-sistem/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Absensi Berbasis Sidik Jari</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/absensi-berbasis-sidik-jari</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/absensi-berbasis-sidik-jari#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2010 08:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[absensi digital]]></category>
		<category><![CDATA[absensi sidik jari]]></category>
		<category><![CDATA[fixetime]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Digital Sense telah mengembangkan alat absensi digital berbasis sidik jari. Dengan kehandalan teknologi biometric finger print (sidik jari) yang dirangkai dengan software pengolahan data absensi dan disesuaikan dengan kepentingan managemen perusahaan maka perusahaan akan mendapatkan berbagai manfaat dalam pengelolaan data karyawan. Sistem mampu terintegrasi dengan Payroll sistem, SIMSDM, SIM Akuntasi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_259" class="wp-caption alignleft" style="width: 181px"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/Sidik-Jari.gif"><img class="size-full wp-image-259" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/Sidik-Jari.gif" alt="" width="171" height="205" /></a><p class="wp-caption-text">Absensi Sidik jari (Fingerprint)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Digital Sense telah mengembangkan alat absensi digital berbasis sidik jari. Dengan kehandalan teknologi biometric finger print (sidik jari) yang dirangkai dengan software pengolahan data absensi dan disesuaikan dengan kepentingan managemen perusahaan maka perusahaan akan mendapatkan beberapa manfaat sebagai berikut :</p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Memudahkan pengawasan (security) karena dilakukan oleh mesin dan mengurangi pembobolan atau titip absen\</li>
<li style="text-align: justify;">Perusahaan tidak akan lagi mengeluarkan biaya untuk pembuatan kartu absensi</li>
<li style="text-align: justify;">Kinerja karyawan (disiplin) dapat dipantau secara detail</li>
<li style="text-align: justify;">Efisiensi kerja karyawan meningkat karena beberapa proses rutin seperti pembuatan laporan atau perhitungan-perhitungan dilakukan secara otomatis dan cepat</li>
<li style="text-align: justify;">Perhitungan jam lembur/over time dilakukan secara otomatis</li>
<li style="text-align: justify;">Mengurangi human error dalam penanganan proses perhitungan</li>
<li style="text-align: justify;">Prosedur administrasi yang sederhana, mudah, cepat, tepat dan akurat</li>
<li style="text-align: justify;">Data hasil scanning didokumentasi secara detail dan lengkap serta dapat digunakan untuk pengembangan ke sistem informasi yang lebih besar dan lintas departemen.<span id="more-181"></span></li>
</ul>
<p><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<h2><span style="color: #0000ff;">Teknologi</span></h2>
<ul>
<li>Menggunakkan teknologi biometric finger print</li>
<li>Mampu membedakan jari hidup atau mati / asli atau palsu, sehingga mengurangi resiko pembobolan absen (titip absen)</li>
<li>Menyimpan data sidik jari dalam bentuk kode matematik yang telah diencrypsi (disandikan)</li>
<li>Meningkatkan sistem security (keamanan) dan mempercepat proses pencocokan</li>
<li>Sudut putar deteksi sensor 3600</li>
<li>Mempermudah proses pengabsenan dan memperkecil resiko kegagalan pencocokan.</li>
</ul>
<ol></ol>
<h2><span style="color: #0000ff;">Software</span></h2>
<ul>
<li>Database MS Acces</li>
<li>Mampu menghandle absen dengan sistem shift</li>
<li>Form pencatatan data karyawan, baik untuk tenaga tetap, kontrak, maupun magang.</li>
<li>Form kinerja karyawan dalam harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan dalam bentuk grafik maupun tabel</li>
<li>Report kinerja lembur / over time karyawan</li>
<li>Report berupa file MS Word (.doc), MS Excel (.xls), PDF file (.pdf), maupun print out langsung ke kertas</li>
<li>Sistem mampu terintegrasi dengan Payroll sistem, SIMSDM, SIM Akuntasi</li>
</ul>
<ol></ol>
<h2><span style="color: #0000ff;">Hardware</span></h2>
<p><span style="color: #000000;">Digital Sense telah mengembangkan dua jenis absensi sidik jari, yaitu :</span></p>
<h3><span style="color: #000000;"><span style="color: #800000;">SIPO Ver 3.0</p>
<div id="attachment_236" class="wp-caption alignright" style="width: 173px"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/sipo.gif"><img class="size-full wp-image-236" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/sipo.gif" alt="" width="163" height="190" /></a><p class="wp-caption-text">SIPO Ver 3.0</p></div>
<p></span></span></h3>
<p><span style="color: #000000;"><span style="color: #800000;"> </span></span></p>
<ol>
<li>Dimensi 25 cm x 25 cm x 18 cm</li>
<li>Display (LCD) 4 baris, 20 Karakter (mode grafik)</li>
<li>Transfer data ke sistem pusat :
<ul>
<li> TCP/IP</li>
<li> Modem (line telepone)</li>
<li> USB external storage</li>
</ul>
</li>
<li>Keypad 4&#215;4</li>
<li>Sensor auto respon</li>
<li>Konfirmasi dengan voice (Suara Manusia) dan LCD</li>
<li>Bisa berdiri sendiri  (Stand alone)</li>
</ol>
<h3><span style="color: #800000;">FixeTime</p>
<div id="attachment_251" class="wp-caption alignright" style="width: 116px"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/FixTime_0002.jpg"><img class="size-full wp-image-251" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/FixTime_0002.jpg" alt="" width="106" height="122" /></a><p class="wp-caption-text">FixTime</p></div>
<p></span></h3>
<ol>
<li>Dimensi 10 cm x 15 cm x 5 cm</li>
<li>Display (LCD) 2 baris, 20  Karakter (mode grafik)</li>
<li>Transfer data ke sistem pusat :
<ul>
<li> TCP/IP</li>
<li> Modem (line telepone)</li>
<li> USB external storage</li>
</ul>
</li>
<li>Keypad 4&#215;4</li>
<li>Sensor auto respon</li>
<li>Konfirmasi dengan  voice (Suara Manusia) dan LCD</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/absensi-berbasis-sidik-jari/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>E-Procurement (Electronic Procurement)</title>
		<link>http://www.digital-sense.net/eproc-auction</link>
		<comments>http://www.digital-sense.net/eproc-auction#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 21:38:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[barang jasa]]></category>
		<category><![CDATA[bidding room]]></category>
		<category><![CDATA[e-auction]]></category>
		<category><![CDATA[e-bidding]]></category>
		<category><![CDATA[e-procurement]]></category>
		<category><![CDATA[eproc]]></category>
		<category><![CDATA[jual eauction]]></category>
		<category><![CDATA[jual eproc]]></category>
		<category><![CDATA[lelang online]]></category>
		<category><![CDATA[pengadaan barang dan jasa]]></category>
		<category><![CDATA[sewa eauction]]></category>
		<category><![CDATA[sewa eproc]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[sistem lelang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digital-sense.net/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[E-Procurement adalah aplikasi teknologi informasi untuk transaksi pengadaan barang jasa yang telah disesuaikan dengan perundang-undangan yang berlaku. Memiliki fasilitas pendukung terkait lelang: usulan pengadaan, pengajuan kebutuhan, undangan dan permintaan penawaran/request for quotation, penawaran/bidding (sold sources, direct appointment, direct selection, auction), pengambilan dan pengiriman dokumen lelang, serah terima barang jasa, berita acara dan manajemen vendor.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<div id="attachment_218" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/e-proc.gif"><img class="size-medium wp-image-218    " src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/e-proc-300x220.gif" alt="electronic procurement" width="300" height="220" /></a><p class="wp-caption-text">E-Proc: Aplikasi untuk pengadaan barang dan jasa (KLIK GAMBAR u/ ZOOM)</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>e-Proc (Electronic Procurement)</strong> adalah suatu mekanisme proses pengadaan barang/jasa, monitoring &amp; tracking status proses, tracking kinerja/performance, dan pemberdayaan supplier/ vendor/ kontraktor dengan memanfaatkan aplikasi berbasis internet/intranet. Dalam implementasinya, Digital Sense telah mempersiapkan produk ini terutama diterapkan untuk fasilitas antara lain: usulan pengadaan, pengajuan kebutuhan (<em>user material</em> (<em>services</em>) <em>Inquiry/requisition creation, review, approval</em>), undangan dan permintaan penawaran/<em>request for quotation</em>, penawaran/bidding (<em>sold sources, direct appointment, direct selection, auction</em>), pengambilan dokumen lelang dan pengiriman dokumen lelang, serah terima barang dan jasa, berita acara dan manajemen vendor. Melalui implementasi e-Proc diharapkan tercipta efisiensi waktu dan biaya pengadaan dan tetap mendapatkan barang/jasa dengan kualitas terbaik .</p>
<h2><span id="more-215"></span><span style="color: #0000ff;"> </span></h2>
<h2><span style="color: #0000ff;">Ruang Lingkup Sistem</span></h2>
<p>e-Proc menyediakan berbagai model system pengadaan barang/jasa, antara lain :</p>
<ul>
<li>Penunjukkan Langsung (<em>Direct Appointment</em>)</li>
<li>Pemilihan Langsung (<em>Direct Selection</em>)</li>
<li>Perbandingan Harga (<em>Price Comparation</em>)</li>
<li>Pelelangan/Seleksi Umum (<em>Auction</em>)</li>
<li>Pengadaan rutin</li>
</ul>
<h2><span style="color: #0000ff;">Keunggulan Fitur </span></h2>
<p>Digital Sense telah membangun sistem e-Proc dengan berbagai keunggulan fitur sbb:</p>
<ul>
<li>Fasilitas Penawaran (<em>bidding</em>) dapat memasukkan penawaran harga dengan mudah, kirim spesifikasi teknis</li>
</ul>
<div id="attachment_574" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/eproc_menu-admin.gif"><img class="size-medium wp-image-574" title="Eproc_menu_admin" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/eproc_menu-admin-300x152.gif" alt="" width="300" height="152" /></a><p class="wp-caption-text">Menu Administrator Eproc</p></div>
<ul>
<li>Fasilitas kirim dokumen lelang (persyaratan lelang) dan brosur (<em>auction</em>)</li>
<li>Fasilitas melihat penawaran lain terendah (<em>auction</em>)</li>
<li>Fasilitas melihat status menang / kalah dalam penawaran harga (<em>auction</em>)</li>
<li>Fasilitas penawaran harga lagi untuk item barang / jasa jika kalah (<em>auction</em>)</li>
<li>Fasilitas melihat matrix hasil <em>e-bidding</em> dan <em>e-auction</em></li>
<li>Sistem siap dijalankan dengan cara bidding room(ruang khusus untuk bid ) maupun via internet (vendor melakukan bid auction dari kantor masing-masing)</li>
<li>Report bisa di export ke MS Word, Excell dan PDF</li>
<li>Memenuhi aturan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang ditetapkan pemerintah melalui :<br />
<span style="color: #ff0000;">»</span> Perpres no 54 tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa<br />
<span style="color: #ff0000;"> </span></li>
<li>Mendukung SOP/mekanisme pengadaan rutin dengan orentasi kecepatan mendapatkan penawaran terbaik (+/- 2 hari)</li>
</ul>
<div id="attachment_670" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/hasil-aution.gif"><img class="size-medium wp-image-670 " title="hasil-aution" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/hasil-aution-300x215.gif" alt="" width="300" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">contoh hasil e-auction untuk pengadaan rutin orentasi kecepatan</p></div>
<h2><span style="color: #0000ff;">Spesifikasi Sistem</span></h2>
<p>Software e-Procurement ini terdiri dari beberapa modul antara lain :</p>
<ul>
<li>Modul Admin sistem (<em>System Administration)</em></li>
<li>Modul usulan pengadaan (<em>Create RO (Request Order)</em></li>
<li>Modul pra kualifikasi (<em>Pre Qualification)<br />
</em></li>
<li>Modul Undangan (<em>Invitation)</em></li>
</ul>
<p><em> </em></p>
<div id="attachment_580" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><em><em><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/eproc_undangan-aanwijzing.gif"><img class="size-medium wp-image-580" title="Eproc_Invitation aanwijzing" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/eproc_undangan-aanwijzing-300x211.gif" alt="" width="300" height="211" /></a></em></em><p class="wp-caption-text">Menu Manajemen Undangan Ke Vendor</p></div>
<p><em> </em></p>
<ul>
<li>Modul permintaan penawaran harga ( <em>Request for quotation)</em></li>
<li>Modul pembukaan penawaran (<em>Bid Opening)</em></li>
<li>Modul evaluasi (<em>Evaluation)</em></li>
</ul>
<p><em> </em></p>
<div id="attachment_576" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><em><em><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/eproc_manajemen-proyek.gif"><img class="size-medium wp-image-576" title="Eproc_manajemen proyek" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/eproc_manajemen-proyek-300x124.gif" alt="" width="300" height="124" /></a></em></em><p class="wp-caption-text">Menu Manajemen Proyek</p></div>
<p><em> </em></p>
<ul>
<li>Modul protofolio vendor / suplier (<em>Vendor Performance management)</em></li>
</ul>
<p><em> </em></p>
<div id="attachment_578" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><em><em><a href="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/eproc_Pendaftaran-Vendor.gif"><img class="size-medium wp-image-578" title="Eproc_Data Vendor" src="http://www.digital-sense.net/wp-content/uploads/2010/09/eproc_Pendaftaran-Vendor-300x197.gif" alt="" width="300" height="197" /></a></em></em><p class="wp-caption-text">Menu manajemen Vendor</p></div>
<p><em> </em></p>
<ul>
<li>Modul peneyelesaian (<em>Completion Performance)</em></li>
</ul>
<h2><span style="color: #0000ff;">Layanan Kerjasama</span></h2>
<ul>
<li>Beli penuh</li>
<li>Sewa pakai</li>
<li>Sewa per lelang</li>
</ul>
<div style="overflow: hidden; width: 1px; height: 1px;"><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">MemenuhiLyana  aturan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang ditetapkan 	pemerintan melalui :</span></span></p>
</li>
</ul>
<ol>
<li>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">Keppres 		no 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">Keppres 		RI no 61 tahun 2004 tentang perubahan atas Keppres no 80 tahun 2003</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">Perpres 		no 32 tahun 2005 tentang perubahan kedua atas Keppres no 80 tahun 		2003</span></span></p>
</li>
</ul>
</li>
</ol>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digital-sense.net/eproc-auction/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
