Selangkah Menuju eClaim dengan Bridging INASIS BPJS

BPJS sebagai pelaksana jaminan kesehatan nasional terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta dan semua faskes yang bermitra dengan BPJS. Menanggapi keluhan terkait kelambatan proses verifikasi, double kerja, dan proses klaim yang rumit, baru-baru ini BPJS meluncurkan sebuah sarana berupa Web Service. Sebelumnya BPJS pernah meluncurkan mekanisme bridging SEP BPJS yang mampu mengintegrasikan proses verifikasi SEP dengan proses registrasi di SIMRS. Namun fitur yang ada dirasa belum maksimal karena hanya memfasilitasi proses registrasi.  Karena itu sejak akhir 2015 BPJS meluncurkan Web Service INASIS yang didesain untuk bisa mengintegrasikan SIMRS-SEP BPJS-INACBGs dan diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya e-Claim.

Namun fasilitas INASIS yang diluncurkan oleh BPJS ini telat mendapat respon dari rumah sakit / vendor sehingga ketika kami, PT Majapahit Cipta Mandiri / CV Digital Sense mulai melakukan ujicoba integrasi INASIS dengan SIMRS kami pada bulan Maret 2016 ternyata menurut Tim BPJS kami masih menjadi vendor yang pertama kali mengintegrasikan SIMRS dengan INASIS di Jawa Timur. Alhamdulillah, kerjasama kami dengan Tim IT BPJS Regional Jatim dalam melakukan bridging system berhasil dengan baik, bahkan kami telah sukses integrasi sistem sejak sebelum era BPJS.

Memang masih banyak yang perlu disempurnakan dari INASIS ini, namun kehadirannya merupakan langkah maju untuk peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien dan faskes yang menjadi mitra BPJS. Dengan semakin meningkatnya jumlah faskes yang menjadi mitra BPJS dan otomatis juga akan melipatgandakan jumlah pasien BPJS maka pengembangan IT menjadi solusi yang efektif untuk memberikan solusi efisien.

Berikut adalah beberapa manfaat bridging SIMRS – INASIS :

  • Bagi Pasien
    • Verifikasi kepesertaan BPJS yang mudah dan cepat karena sudah satu kesatuan dengan proses registrasi pendaftaran kunjungan pasien di SIMRS
    • Tidak perlu antri dua kali di loket SEP dan loket poli/IGD
  • Bagi Faskes
    • Mempercepat proses pelayanan karena cukup dengan loket yang sama antara loket verifikasi SEP dan loket kunjungan di SIMRS
    • Efisien di petugas dan perangkat yang digunakan
    • Efisien penggunaan kertas karena sebenarnya BPJS memperkenankan penggabungan lembar verifikasi SEP dengan bukti registrasi di SIMRS. Hanya saja memang butuh koordinasi dengan BPJS trekait desain dan kecukupan informasinya
    • Mudah dan efisien dalam proses klaim karena tidak perlu lagi double input untuk memasukkan data pelayanan ke aplikasi INACBGs, cukup ambil data pelayanan dari SIMRS untuk diolah lebih lanjut dan dilakukan Grouper di apliasi INACBGs.
    • Dengan adanya integrasi ini data di SEP, SIMRS, dan INACBGs akan sama sehingga validitasnya lebih baik
    • Bagi IT rumah sakit adanya bridging ini memperingan kerja karena tidak perlu lagi memaintenance aplikasi yang beragam, cukup aplikasi SIMRS.
  • Bagi BPJS
    • Proses bridging bisa memperingan IT BPJS karena tidak perlu lagi melakukan maintenance aplikasi SEP
    • Data yang sinkron di database SEP, SIMRS, dan INACBGs
    • Menjadi pondasi untuk berlakunya e-Claim dimana BPJS semestinya bisa melihat pertumbuhan pelayanan di masing-masing faskes secara real time dan ke depan proses klaim dari faskes tidak perlu lagi ribet dengan berbagai berkas.

Sebagai vendor SIMRS dan juga sebagai nasabah BPJS kami berharap kualitas pelayanan kepada pasien akan bisa lebih baik di masa depan, dimulai dengan optimalisasi bridging INASIS dengan SIMRS. #disarikan dari berbagai sumber

Share :
  • Print
  • Facebook
  • email

Related posts:

  1. Bridging / Integrasi Aplikasi SEP BPJS – SIMRS
  2. SMART BPJS (2) : Bagaimana Rumah Sakit Untung Dengan BPJS ?
  3. SMART BPJS (1) : Mengapa Rumah Sakit Menolak BPJS ?