Analisa Kesiapan Puskesmas Mengimplementasikan SIMPUS

ANALISA KESIAPAN PUSKESMAS MENGIMPLEMENTASIKAN SIMPUS

Upaya penerapan “Sistem Informasi Kesehatan” di lingkungan dinas kesehatan merupakan respon akan tuntutan perbaikan kinerja dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menyadari perannya sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat, karenanya diperlukan prasarana bantu untuk mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan kualitas pelayanan oleh puskesmas.

Sistem Informasi Manajemen Puskesmas ( SIMPUS ) sebagai bagian dari sistem informasi kesehatan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Terdorong untuk segera bisa mewujudkan pelayanan terbaik tersebut menyebabkan dinas kesehatan kabupaten/kota saling berlomba menjadi yang terdahulu apalagi ada support pembiayaan dari pusat. Terbukti beberapa daerah telah mampu merubah budaya keja dan paradigma pelayanan kesehatan dilingkungannya berbasis simpus sehingga mampu mengangkat nama institusi dan mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat. Namun demikian tak sedikit daerah yang terjerembab ke dalam problematika baru yang bernama “kegagalan impementasi simpus”, bahkan sampai berulang berkali-kali.

Mengapa demikian ? Apa yang salah ?

Dalam hal ini tidak ada yang salah dengan niatan implementasi sistem informasi kesehatan, hanya saja ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum melangkah kesana.

Seperti halnya dalam implementasi teknologi informasi (TI) yang lain, keberhasilhan implementasi SIMPUS secara umum sangat dipengaruhi beberapa aspek berikut :

  • Kejelasan ruang lingkup kebutuhan sistem

Sebelum melongok jauh ke depan, berkacalah, lakukan analisa internal untuk melihat seberapa perlu akan SIMPUS, dan sejauh mana perlu diimplementasikan. Hal ini menjadi sangat penting untuk melihat seberapa efektif dan efisiennya effort dan biaya yang dibutuhkan dibandingkan dengan manfaat yang dihasilkan.  Berhati-hati dan belajarlah dari daerah lain yang telah lebih dahulu menjalankan simpus, baik yang berhasil maupun yang gagal.

Sebagai vendor pengembang SIMPUS yang telah berpengalaman, Digital Sense sangat terbuka bagi pihak-pihak yang tertarik dan ingin menjalankan SIMPUS. Kami siap berbagi pengalaman keberhasilan maupun kesulitan yang pernah kami alami sehingga akan mempermudah rencana Anda dalam implementasi SIMPUS.

  • Kesiapan peralatan

Setelah yakin akan melanjutkan rencana implementasi SIMPUS, langkah selanjutnya adalah melakukan perencanaan perangkat yang diperlukan. Jumlah, tipe, dan model teknologi yang akan digunakan sangat terkait dengan perencanaan / ruang lingkup sistem yang akan dibangun, karenanya konsultasikan hal ini dengan ahlinya.

  • Kesiapan SDM

Sebaik apapun sistem yang dibangun dan perangkat yang disiapkan, tidak akan berarti tanpa SDM yang memadai. Impementasi SIMPUS tidak sekedar merubah ALAT KERJA tapi lebih dari itu SIMPUS memerlukan perubahan BUDAYA KERJA. Untuk itu semua pihak di dinas kesehatan harus “Cancut Taliwondo – Holobis Kuntul Baris” bersatu padu sesuai peran dan fungsinya dengan satu visi “sukseskan implementasi simpus”.

Apa yang bisa dilakukan :

  • Dinas Kesehatan harus melakukan standarisasi pelayanan kesehatan, pelaporannya, dan mendorong kepala puskesmas untuk menerapkan simpus. Selain itu dinas kesehatan perlu menyiapkan tenaga khusus yang akan mengawal pelaksanaan implementasi simpus ini.
  • Kepala puskesmas sebagai penanggungjawab di lapangan wajib mengarahkan dan mengawasi petugas untuk mengoperasionalkan simpus
  • Pelaksana unit yang bersentuhan langsung dengan simpus wajib mencoba dan belajar mengoperasikan simpus dan melaporkan apabila ada kesalahan / kekurangan
  • Dukungan vendor (penyedian jasa sistem) yang baik

Pelaksana pekerjaan (vendor) pembuat aplikasi simpus memegang peranan sangat vital dalam hal keberhasilan sistem, untuk itu perlu dicari rekanan yang terpercaya dan berpengalaman. Kesalahan pemilihan rekanan sangat besar potensinya terhadap kegagalan implementasi, yang tidak hanya menghamburkan waktu dan biaya, tapi juga bisa menyebabkan trauma terhadap implementasi sistem serupa diwaktu yang akan datang. Dari pengalaman implementasi di beberapa kabupaten/kota dengan ratusan puskesmas/pustu yang sudah dilayani, Digital Sense terbukti berhasil membawa puskesmas menuju keberhasilan implementasi.

  • Perawatan sistem (maintenance)

Membangun sistem kadang lebih mudah daripada merawat dan memastikan sistem berfungsi secara berkelanjutan. Untuk itu diperlukan perencanaan paska implementasi agar sistem benar-benar bisa berfungsi sesuai rencana dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan.

Biasanya Digital Sense menyertakan paket implementasi yang sangat mendukung keberhasilan implementasi yakni :

-          Pelatihan operasional dan instalasi sistem baik kepada petugas dinas kesehatan maupun petugas puskesmas

-          Pendampingan proses pelaksanaan dimasing-masing lokasi

-          Jaminan maintenance selama 1 tahun

-          Dan mendukung untuk pengembangan/perubahan sistem mengikuti perkembanga terkini

Sudah siapkan Anda ?

Seperti ungkapan “Kutu di seberang tampak, gajah di pelupuk mata tak kelihatan”, biasanya menganalisa kondisi internal sering kali jauh lebih sulit karena semua akan terlihat normal dan biasa-biasa saja. Untuk itu akan lebih baik jika proses analisa internal ini juga melibatkan tenaga ahli sehingga prosesnya akan lebih cepat dan hasilnya tentu akan lebih baik. Selain itu yang bisa dilakukan adalah dengan “Studi Banding” dengan daerah lain yang sudah lebih dahulu mengimplementasikan SIMPUS sehingga langsung bisa membandingkan kondisi yang sudah ada (manual) dan ketika sudah ada simpus.

Apa yang kami siapkan untuk Anda ?

Digital Sense dengan berbekal pengalaman membangun sistem, baik terkait dengan kesehatan maupun yang tidak, sangat terbuka untuk membantu Puskesmas dan Dinas Kesehatan dalam merencanakan dan mengimplementasikan simpus di wilayah Anda.

Kami siap untuk mempresentasikan apa yang sudah kami miliki, dan kalau diperlukan melakukan uji coba sistem di puskesmas. Semoga membantu !

Hartono, S.Kom (2010)

Penulis adalah alumnus T.Informatika ITS Surabaya yang telah mengawal implementasi SIMPUS di 4 Kabupaten/Kota di Jawa Timur bersama Digital Sense.

Share :
  • Print
  • Facebook
  • email

Related posts:

  1. SIMPUS (Sistem Informasi Manajemen Puskesmas)
  2. SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit)